Rabu, 18 Desember 2019

KARYA ILMIA "SIFAT MA'ANI DAN MA'ANAWIYAH"


MAKALAH
BAHASA INDONESIA
 “KARYA ILMIA (SIFAT MA’ANI DAN MA’ANAWIYAH)’’

DOSEN PENGAMPUH
HENDRY FIRMANSYAH, M.Pd

DISUSUN OLEH :
NUZULIA HERLIANA (1911330050)
                                                                                                
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS USHIULUDDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU TAHUN AKADEMIK 2019-2020




KATA PENGANTAR



Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karuniannya saya bisa menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia yang berjudul “KARYA ILMIA (SIFAT MA’ANI DAN MA’ANAWIYAH)” dalam penulisan ini saya menyadari masih banyak sekali kekurangan yang terdapat dalam makalah ini, semoga hal ini tidak menghalangi saya untuk terus belajar. Saya berharap dimasa yang akan datang, saya dapat yembuat Makalah yang lebih baik lagi.
Didalam penyusunan makalah ini saya mendapat bimbingan dari Dosen yaitu HENDRY FIRMANSYAH, M.Pd  semoga dengan membuat makalah ini dapat menambah kempuan dan pengetahuan saya dimasa yang akan datang.
               Saya berharap makalah ini dapat mendatangkan pengetauhan bagi saya               dimasa yang akan datang dan juga memberi manfaat bagi pembaca agar lebih meningkatkan kesadaran untuk membaca dan mancari informasi seluas mungkin.
Akhir kata saya ucapkan Terima Kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridohai segala usaha kita.
















DAFTAR ISI
COVER……………………………………………………………………………i
KATA PENGANTAR…………………………………………….………………ii
DAFTAR ISI………………………………………………….……………...…..iii
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ........................................................................................................ 1
B.     Rumusan masalah……………………………………………….........……2
C.     Tujuan ………………………………………………………............……..............2
BAB 11 PEMBAHASAN
A.    Sifat Ma’ani…………………………………………............………………..……3
1.      Qudrah…………………………………………………………………3
2.      Iradah……………….…………………………………………………4
3.      Ilmu……………………………………………………………………5
4.      Ayat……………………………………………………………………6
5.      Kalam………………………………………………………………….8
6.      Sama’…………………………………………………………..………8
7.      Basor ……………………………………………………………...…..9
B.     Sifat Ma’anawiyah ………………………………………….............…..…..……10
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan………………………………………………………….............……12
 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………..…….……13


BAB I
PENDAHULUAN
                                 
A.  Latar Belakang
         Telah kita ketahui bersama bahwasannya Allah menciptakan makhkuk  ini untuk beribada kepada-nya, maka ketahuilah bahwah jika kalau hambanya tidak beribadah kepada Allah tidak ada kurang dan rugi, tapi yang rugi hanyala hambanya yang tidak mau beribadah kepadanya.
Firman Allah SWT : (Surah Adz – Dzariyaat 1:56) yaitu:
Artinya : Dan aku tudak menciptakan jid dan manusia melaikan supaya mereka beribadah kepada – ku.’’
Sifat – sifat wajib bagi Allah, wajib hukumnnya bagi setiap muslim mukallaf (yang telah dewasa) laki – laki maupun p erempuan, baik dari golongan awam mengetahui terhadap beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah, Sifat – sifat wajib bagi Allah, yang Mustahil ataupun yang jaiz bagi Allah.
SIFAT MA’ANI  adalah sifat yang pasti ada pada Zat Allah. Sifat ini ada 7 yaitu : Qudrah ( Kuasa) apapun bisa dilakukannya, Iradah ( Berkendak) semua terjadi atas kehendak Allah, Ilmu (Mengetahui) Allah itu Maha Mengetahui segala segala sesuatu termasuk apa yang ada di hati manusia, Hayat ( Hidup), Sama’ ( mendengar), Bashar ( Melihat) dan Kalam (Bekata – kata).
SIFAT MA’ANAWIYAH  Adalah sifat yang melazimi atau menjadi akibat dari sifat MA’ANI, sifat ini terdiri dari 7 sifat yaitu : Kaunuhu Qadiran (Keberadaan Allah Maha Kuasa).
        Kaunuhu Muridan (keberadaan Allah maha menentukan), Kaunuhu
  Aliman (Maha Menetahui), kaunuhu Ayyan (Maha Hidup),Kaunuhu Sami’an (Maha Mendengar), Kaunuhu Bashiran (Maha Melihat), Kaunuhu Muta Qaliman ( Maha Berkata – kata).



B.  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan sifat Ma’ani dan sifat ma’nawiyah?
2.      Apa yang  Apa saja sifat Ma’ani dan sifat Ma’anawiyah?
C.  Tujuan
1.Agar pembaca mengetahui apa yang di maksud dengan sifat Ma’ani dan ma’anawiyah.
2.Agar pembaca mengetahui apa saja sifat – sifat Ma’ani dan Ma’anawiyah.






















                                                         

BAB II
PEMBAHASAN
A.  SIFAT MA’ANI
      Yaitu sifat – sifat wajib bagi Allah yang dapat di gambarkan oleh akal pikiran
manusia, serta dapat meyakinkan orang lain, lantaran keberadaannya dapat di buktikan oleh panca indra. Yang termasuk kelompok ini adalah Qodrah,  Iradah, Ilmu, Hayat, Bashor dan Kalam[1].
      Kata ma’ani juga berarti “sesuatu” (syai’). Baik ma’ani mau pun syai’ digunakan sebagai terjemahan dari kata Yunani pragma (sesatunya) sifat Allah yang nyata (Rill) dan Abadi[2].
    Sifat ma’ani adalah sifat yang beradanya berdiri pada zat Allah SWT yang wajib baginya.[3]
     Jadi sifat Ma’ani adalah sifat – sifat yang hanya berada pada Allah tidak ada makhluk ciptaannya yang memiliki sifat – sifat sepetinya.[4]

Sifat ma’ani terdiri dari 7 sifat yaitu :
1.    Qudrah (Kuasa)
       Allah SWT itu  adalah maha kuasa, tidak lemah sedikit pun untuk melakukan sesuatu. Adapun kekuasaan Allah SWT  itu dapat berlaku dalam segala waktu yakni untuk mewujudkan semua yang mungkin atau melenyapkannya.[5]
       Wajib bagi Allah mempunyai sifat Qudrah. Dan sifat ini merupakan aplikasi dari sifat wujud yang telah dahulu dan selalu mewujudkan sifat dahulu dan selalu menetap pada zat Allah. Dengan sifat Qudrat ini, Allah akan mewujudkan atau meniadakan segala sesuatu kemungkinan yang sesuai dengan kehendaknya[6].
      Qudrah (Maha Kuasa) adalah sifat yang azali yang berada pasti pada zat-nya Allah SWT yang kuasa menjadikan dan menghancurkan setiap yang mungkin sesuai dengan iradah – nya.[7]
      jadi Qudrah (Maha Kuasa) ialah menjelaskan bahwa Allah itu Maha Kuasa apa yang di kehendakinnya pasti terjadi karna Allah  memiliki sifat qudrah (Maha Kuasa).[8]
2.    Iradah (Berkehendak )
Allah SWT itu adalah maha berkhendak. Maksudnya ialah bahwa dia mentukatan sesuatu yang mungkin dengan sebagian dari apa yang pantas berlaku untuknya.[9]
       Wajib bagi Allah mempunyai iradah (Berkehendak). Dengan sifat ini Allah mentukan perkarah yang mungkin dengan sifat iradah itu, dalam arti sebagian perkarah yang mungkin wujudnya. Ada Allah mewujudkan atau meniadakan sesuatu dengan iradah.
Firman Allah : (QS.YASIN : 82).[10]
 إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

 Artinya:
        “Sesungguhnya keadaan kekuasaan-nya apabila Ia menghendaki adanya sesuatu, hanyalah Ia berfirman kepada (hakikat) benda itu: ” Jadilah engkau! “. Maka ia terus menjadi”.

       Iadah (maha berkehendak) adalah sifat azali yang berada pada zat-nya Allah SWT Mentukan suatu yang mungkin dengan sebagian yang boleh terhadapnya,seperti Allah mentukan bahwa zait pintar dan ziat bodoh.
 Berfirman : (QS.AN-NAHL : 40)[11]
إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia.
      Jadi iradah ( maha berkehendak) merupakan saah satu  sifat yang dimiliki Allah, maksud dari iradah ialah Allah bisa berkehendak sesuai yang dia inginkan.[12]

3.      ILMU (Mengetahui)  
Allah maha mengetahui segala sesuatu dan memang apa saja yang maujud sebagai mahkluknya ini diliputi oleh pengetahuannya, baik sesuatu sudah terjadi ataupun yang akan terjadi nanti.
Firman Allah : (QS.MUJADALAH : 7)[13]
       Allah mengetahui semua mahkluk yang meliputi apa saja yang berlaku/berjalan di muka bumi sampai diatas langit yang sekecil apapun dari yang melata dimuka bumi dan langit tidak akaan terlepas dari pengetahuannya.
  Firman Allah : (QS.AL-AN’AAM :59).[14]
عِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Artinya :
    “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

       Ilmu (maha mengetahui) adalah sifat qadim yang berada pada zat-nya Allah SWT. Mengetahui seluruh sesuatu yang bersagkut paut dengan sekalian yang wajib,mustahil,dan yang boleh tanpa diketahui oleh sesuatu yang menutupi pengetahuannya.
Firman Allah : (QS.AL-AN’AAM:59).[15]
عِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Artinya :
     “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib : tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"
       Jadi ilmu (maha mengetahui) maksudnya Allah itu maha mengetahui apapun yang ada dilangit dan dibumi walau sekecil apapun itu.[16]
4.      HAYAT ( hidup)
       Hidup Allah SWT Adalah sempurna sekali,bahkan tidak ada kehidupuan kesempurnaan sekali, bahkan tidak ada suatu kehidupan yang mendekati kesempurnaan daripada kehidupan yang dimilikinya.
Firman Allah : (QS. FURQAN : 58).[17]
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ ۚ وَكَفَىٰ بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا
Artinya :
      “Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya”.
      Wajib bagi Allah menpunyai sifat hayat/hidup. Sifat ini yang membenarkan bahwa Allah menpunyai sifat Ilmu, Qudrah, Iradah, Sama,Bashar, dan Kalam. Hidup disini adalah terdapat zat Allah dan tidak disertai seperti mahkluk[18].
       Hayat (Hidup) Adalah sifat yang Qadim berdiri pada zat Allah SWT yang maha hidup, dengan adanya sifat Hayat menetapkan dan mengkuatkan adanya sifat Qudrah, Iradah ,Ilmu, Sama, Bashar dan Qalam.
 Firman Allah : ( QS. AL-BAQARAH:255).[19]
لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ
Artinya :
     “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun”.
      Jadi Hayat (Hidup). Merupakan sifat Allah yang meyakini bahwa Allah itu hidup  dengan itu sebagai landasan adanya sifat - sifat Ma’ani.[20]


5.      Kalam (Berfirman /Berkata )
     Allah SWT adalah maha berfirman. Cara berfirman Allah SWT itu tidak dengan huruf ataupun surah. Sifat ini di tetapkan oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri dan bahwa dia telah berbicara kepada Musa a.s.
Firman Allah : (QS. NISA : 164).[21]
      Kalam adalah wajib bagi Allah memiliki sifat Kalam (Berbicara). Kalam Allah bukan dengan huruf dan tidak pula dengan suara.[22]
      Kalam (Maha Berbicara) adalah sifat yang qadim yang terdiri pada zat-nya Allah yang maha berbicara tanpa menggunakan huruf dan suara.
Firman Allah : (QS. AN – NISA : 164 ).[23]
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا
Artinya :
     “Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”.
       Jadi kalam (Maha Berbicara) Allah itu Maha Berbicara tanpa  suara ataupun menggukan huruf, Allah itu berbicara sebagai pedoman hidup makhluk ciptaannya.[24]
6.      Sama’ (Maha Mendengar )
      Allah SWT adalah Maha Mendengar jadi dapat mendengar segala sesuatu yang mewujud ini. Sampaipun gerakan seekor semut hitam yang berjalan di atas batu licin pada malam yang amat gelap gulita. Ini dapat di dengarnya tanpa di kalahkan oleh pendengarannya oleh benda – benda lain yang semuanya itu pun dapat di dengarnya pula.
Firman Allah : (QS.MUJADILAH : 1)[25]
قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ فِي زَوْجِهَا وَتَشْتَكِي إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Artinya :
     “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
       Sama’ (Maha Mendengar )  adalah sifat yang kadim berdiri pada zat – nya Allah SWT yang maha mendengar dari seluruh yang ada baik suara ataupun selainnya.[26]
      Sama merupakan salah satu sifat yang di miliki oleh Allah sama’ artinya  Maha Mendengar Allah Maha Mendengar apapun yang terjadi di langin dan di bumi.[27]
7.    BASOR (Maha Melihat )
      Allah SWT memiliki sifat Basor yang artinya maha melihat, Allah itu Maha Melihat apapun yang dikerjakan oleh hambanya.
Firman Allah : ( QS.GHAFIR :20).[28]
وَٱللَّهُ يَقْضِى بِٱلْحَقِّ وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَقْضُونَ بِشَىْءٍ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Artinya :
      “Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

       Jadi Basor adalah sifat Allah SWT yang bisa melihat segala perbuatan hambanya apa punitu.[29]

B.  SIFAT MA’ANAWIYAH
      Sifat – sifat Dzat yaitu sifat – sifat Tsubutiah atau sifat – sifat Ma’anawiyah, yakni sifat : Qadim (Maha Kuasa), Muridah (Maha Berkendak), ‘Aliman (Maha Mengetahui), Hayyan (Maha Hidup), Sami’an (Maha Mendengar), Basiran (Maha Melihat). Adapun sifat – sifat Af’al itu ialah seperti sifat menciptakan dan memberi rizki.[30]
    Sifat Ma’anawiyah adalah sifat – sifat yang melazimi dari sifat Ma’ani,
dengan kata lain sifat Ma’anawiyah adalah sifat yang wujud di sebabkan
adanya sifat Ma’ani, seperti Allah memiliki sifat Kuasa, maka lazimlah Allah itu keadaannya Kuasa.[31]
    Jadi sifat Ma’anawiyah adalah sifat – sifatyang ada pada  sifat Ma’ani.[32]
Yang termasuk sifat Ma’anawiyah adalah :
1. Qadirat (Maha Kuasa), adalah sifat yang selalu menetap pada Qodrat Allah. Lawan dari qadirat adalah ‘ajizan (Sangat Lemah)
2. Muridan (Maha Berkendak), adalah sifat yang melazimi sifat iradat Allah. Lawan dari iradat adalah karihan (Terpaksa).
3.’Alimann (Maha Mengetahui), yang sifat ‘Ilmu Allah. Lawan dari ‘alamin adalah jaahilan (bodoh).
4.Hayyan (Maha Hidup), yang melazimi sifat hayat Allah. Lawan dari  hayyan adalah mayyiti (Mati).
5.Sami’an (Maha Mendengar), yaitu melazimi sifa sama’ Allah. Lawan dari sami’an  adalah a’ma (Tuli)
6.Bashiran (Maha Melihat), yang melazimi sifat bahsor. Lawan dari bashirian adalah ashoma (Buta), Takliman (Maha Berbcara), yang melazimi sifat kalam Allah. Lawan dari takliman adalah abkam (bisu).[33]


























BAB III
PENUTUP
A.  KESIMPULAN
Beriman kepada sifat – sifat Allah merupakan hal yang wajib dan patut di ketahui oleh seluruh umat muslim yang ada didunia.
Sifat Ma’ani dan sifat Ma’anawiyah adalah sifat – sifat yang dimiliki oleh Allah SWT, di dalam sifat Ma’ani dan sifat Ma’anawiyah menceritakan kebesaran – kebesaran Allah, maka wajb bagi kita untuk mengimaninya.
Jadi, beriman kepada sifat – sifat Allah merupakan hal yang sangat berharga dan patut di pelajari. Karena, selain memberikan hikmah – hikmah yang sangat bermanfaat juga memberikan pembelajaran untuk kehidupan kita  baik didunia ataupun di akhirat, agar iman dan kepercayaan kita tiga goyang.



















DAFTAR PUSTAKA

https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud
Kitab Tauhid
Mulyano dan Bashori. Studi ilmu tauhid / kalam       
Sayid sabiq. Aqidah islam



[1] Kitab Tauhid                                                              
[2] Mulyano dan Bashori. Studi ilmu tauhid / kalam Hal 154.
[3] https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00
[4] Kesimpulan dari diri saya sendiri
[5] Sayaid sabig.Aqidah Islam Hal 104
[6] https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00

[7] Kitab tauhid
[8]Kesimpulan dari diri saya sendiri
[9] Sayid sabiq.Aqidah islam Hal 106
[10]Kitab Tauhid             
[11] https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00

[12]Kesimpulan dari diri saya sendiri
[13]Sayid sabiq. Aqidah islam Hal  108
[14] Kitab Tauhid
[15]https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00

[16] Kesimpulan dari diri saya sendiri
[17] Sayid sabiq. Aqidah islam Hal 10
[18]Kitab Tauhid
[19] https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00

20.kesimpulan dari diri saya sendiri

[21] Sayid sabiq. Aqidah islam Hal 11
[22] Kitab Tauhid
[23]https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00


[24] kesimpulan dari diri saya sendiri
                           

[25] Sayid sabiq. Aqidah islam Hal 112
[26]Kitab Tauhid
                                                                                                                   
[27] https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00

[28] Sayid sabiq. Aqidah islam Hal 112         
[29] kesimpulan dari diri saya sendiri
[30] Sayid sabiq. Aqidah islam Hal 114
[31] https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00
[32]  Kesimpulan dari diri saya sendiri
[33]https://play.google.com/store/apps /details?id=com.syabian.Tauhid.Kitab Tauhud : senin,16-12-2019 pkl 13.00